Awalnya Saya Cuma Iseng Bikin Reels, Sekarang Dapet Rp 5 Juta per Bulan
Oleh: Rendi Prayoga, 27 tahun, tinggal di Yogyakarta
Download di sini
Iseng yang Mengubah Hidup
Nama saya Rendi. Umur saya 27 tahun dan tinggal di pinggiran kota Yogyakarta. Beberapa tahun terakhir, saya hidup sebagai pekerja serabutan. Kadang bantu teman buka lapak, kadang ambil proyek desain kecil-kecilan, kadang juga ngojek kalau butuh tambahan uang cepat. Hidup saya, bisa dibilang, ya gitu-gitu aja. Biasa banget. Sampai akhirnya, saya coba bikin Reels Facebook, dan semuanya berubah.
Awalnya itu beneran cuma iseng. Saya lihat Reels di Facebook kok makin rame. Banyak video receh tapi ditonton ratusan ribu kali. Padahal kontennya nggak luar biasa. Bahkan, ada video cuma joget-joget di depan cermin, tapi views-nya bisa sejuta lebih. Saya pikir, “Kalau gitu aja bisa viral, kenapa saya nggak coba?”
Lalu saya rekam video pertama saya. Pakai HP yang udah lemot, kameranya juga burem. Saya rekam bapak-bapak yang dorong gerobak di tengah hujan. Saya tambahin teks: “Hujan nggak pernah bikin dia berhenti. Karena perut tetap harus diisi.” Saya upload tanpa mikir panjang. Lalu saya tinggal tidur.
Besok paginya, video itu ditonton 8.000 kali. Saya kaget. Komentarnya lucu-lucu, ada yang tersentuh, ada yang nostalgia, ada yang bilang mirip almarhum bapaknya. Saya bengong. Baru pertama kali upload, dan langsung segitunya. Dari situlah semuanya dimulai.
Belajar dari Nol, Gagal Berkali-Kali
Setelah video pertama itu, saya mulai ketagihan. Saya upload video tiap 2 hari. Kadang video kucing nyelonong ke warung, kadang orang ngamen di lampu merah, kadang anak kecil lari-larian di sawah. Tapi nggak semua berhasil. Banyak video saya yang flop, cuma ditonton puluhan orang.
Saya mulai belajar. Saya tonton video YouTube tentang algoritma Facebook, gabung grup kreator, dan eksperimen pakai berbagai aplikasi edit seperti CapCut. Saya coba pakai lagu viral, caption panjang, hingga voice over pakai suara sendiri. Saya belajar jam terbaik upload, analisis durasi video, dan pola komen dari penonton.
Bahkan, saya punya buku catatan khusus buat nyatat ide-ide Reels. Saya jadwalkan kapan upload konten kocak, kapan konten motivasi, kapan konten haru. Semuanya saya niatin, meskipun belum ada uang yang masuk.
Download di sini
Video Nenek Sayur yang Viral
Suatu pagi, saya ketemu nenek-nenek yang dorong gerobak sayur sendirian. Dia jalannya pelan, pakai topi caping, dan bawa banyak sayuran. Saya rekam dari jauh. Saya edit malamnya dan tambahin narasi:
Dia gak butuh tepuk tangan. Dia cuma pengen sayurnya laku, biar dapur tetap hidup hari ini.
Saya upload jam 9 malam. Paginya, 200 ribu views. Tiga hari, 1 juta. Komentarnya ribuan. Banyak yang terharu, banyak yang minta bantuin neneknya, bahkan ada yang repost ke TikTok dan IG.
Di situ saya sadar, bahwa konten yang jujur, sederhana, dan menyentuh itu lebih kuat dari sekadar tren. Video itu membawa perubahan besar.
Dapet Uang Pertama dari Reels
Tiga minggu kemudian, saya buka Creator Studio Facebook dan muncul notif:
Pendapatan Anda bulan ini: Rp 278.000.
Saya diem. Lama. Ini bukan angka besar, tapi buat saya yang belum pernah dapet uang dari konten, ini luar biasa. Saya mulai hitung-hitungan. Kalau satu video bisa bawa Rp 50 ribu, dan saya upload 20 video sebulan... bisa sejuta. Dan kalau views-nya terus naik? Bisa lebih.
Saya terus konsisten. Saya treat ini kayak kerja sungguhan. Saya bikin jadwal upload, saya perbaiki kualitas audio, belajar bikin hook 3 detik pertama, dan mulai bangun ciri khas saya: suara narasi pelan dan kata-kata sederhana yang menyentuh.
Melewati Masa Sulit dan Tetap Bertahan
Tentu nggak semuanya mulus. Pernah akun saya tiba-tiba drop views-nya. Reels yang biasanya bisa tembus puluhan ribu, jadi cuma ratusan. Saya curiga kena shadowban. Saya panik, nyari solusi sana-sini. Saya istirahat seminggu, lalu coba upload lagi dengan format baru.
Ada juga masa di mana video saya dicuri akun lain. Mereka repost tanpa izin, bahkan crop watermark saya. Rasanya kesel, tapi saya tahan. Saya fokus bangun audiens yang loyal, bukan cuma views sesaat.
Yang bikin saya bertahan? Komentar dari penonton. Ada yang bilang:
Bang, video lo nemenin gue tiap malam. Gue lagi down banget, tapi denger suara lo bikin tenang.
Gue jadi inget ibu gue pas liat video ini. Makasih udah ngingetin.
Itu lebih dari sekadar cuan.
Momen Tembus Rp 5 Juta per Bulan
Bulan April 2024 jadi titik balik saya.
Satu video saya tentang tukang becak yang masih narik jam 11 malam viral gede. Dalam seminggu, ditonton 4,7 juta kali. Dari situ, video-video saya yang lain ikut naik.
Total pendapatan bulan itu: Rp 5.121.000 dari Reels.
Saya nggak langsung pamer. Saya cuma senyum sendiri di kamar. Tapi dalam hati, saya tahu ini bukan kebetulan. Ini hasil dari konsistensi, belajar terus, dan gak gampang nyerah.
Tips Buat Pemula yang Mau Nyoba
- Jangan tunggu alat canggih. Mulai aja dari HP yang ada.
- Konten yang menyentuh hati lebih kuat dari yang sempurna.
- Narasi pribadi bikin konten terasa dekat.
- Konsisten. Satu dua video mungkin gagal, tapi 20? 50? Pasti ada yang berhasil.
- Belajar terus. Dunia konten cepat berubah.
Dari Orang Biasa Jadi Kreator Digital
Sekarang, saya nggak harus kerja serabutan tiap hari. Saya bisa bantu orang tua, bisa nabung dikit-dikit, dan bahkan mulai ngajarin teman-teman saya cara bikin Reels.
Saya bukan selebgram. Bukan orang terkenal. Saya cuma orang biasa yang coba-coba dan terus belajar.
Dan kalau saya bisa, kamu juga bisa.
— Rendi Prayoga
Kreator Reels Facebook | Yogyakarta

Belum ada Komentar untuk "Awalnya Saya Cuma Iseng Bikin Reels, Sekarang Dapet Rp 5 Juta per Bulan"
Posting Komentar